Definisi Epidemiologi

- 02.06

Definisi Epidemiologi

 
Definisi Epidemiologi - Secara etimologis epidemiologi merupakan ilmu yng mengkaji faktor-faktor yng berhubungan yang dengannya peristiwa yng tidak sedikit terlaksana pada rakyat, yaitu penyakit serta kematian yng diakibatkannya yng disebut epidemi. Kata “epidemiologi” dipakai pertama kali pada awal abad kesembilanbelas (1802) oleh seorang dokter Spanyol bernama Villalba dalam tulisannya bertajuk Epidemiología Española (Buck et al., 1998). Tetapi gagasan serta praktik epidemiologi bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencegah epidemi penyakit telah dikemukakan oleh “Bapak Kedokteran” Hippocrates sekitar 2000 tahun yng lampau di Yunani. Hippocrates mengemukakan bahwasanya faktor lingkungan memberi pengaruh terjadinya penyakit. Dengan mempergunakan Teori Miasma Hippocrates menjelaskan bahwasanya penyakit terlaksana lantaran “keracunan” oleh zat kotor yng berasal dari tanah, udara, serta air. Karena itu upaya bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencegah epidemi penyakit di lakukan yang dengannya cara mengosongkan air kotor, membuat saluran air limbah, serta melakukan upaya sanitasi (kebersihan). Teori Miasma terus dipakai hingga dimulainya era epidemiologi modern pada paroh pertama abad kesembilanbelas (Susser serta Susser, 1996a).
Definisi EpidemiologiPertengahan abad kesembilan belas terlaksana wabah kolera di London. Seorang dokter anestesi bernama John Snow melakukan serangkaian investigasi bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengetahui penyebab wabah yang telah di sebutkan antara 1849 serta 1854. Dalam investigasi itu Snow mengamati tidak sedikit kematian terlaksana pada populasi yng mempergunakan sumber air dari pompa air di Broad Street London. Air yang telah di sebutkan disuplai oleh sebuah perusahaan air minum yng mempergunakan air di bagian Sungai Thames yng tercemar limbah. Snow menemukan, angka kematian lantaran kolera pada populasi yng mempergunakan air minum yang telah di sebutkan lebih tinggi daripada populasi yng tak mempergunakan air minum itu. Snow memberikan kesimpulan, air minum tercemar adalah penyebab epidemi kolera. Berdasarkan hasil investigasi Snow, otoritas di London menutup pompa air Broad Street bagi atau bisa juga dikatakan untuk memutuskan transmisi, tak lama lantas epidemi kolera berhenti. Era epidemiologi penyakit infeksi dimulai sejak investigasi Snow serta semakin berkembang seiring yang dengannya munculnya ilmu baru mikrobiologi pada paroh kedua abad kesembilanbelas. Sekitar satu dekade pasca investigasi Snow baru diketahui bahwasanya patogen penyebab epidemi kolera merupakan Vibrio cholera. Epidemiologi penyakit infeksi mempergunakan Teori Kuman (Germ Theory). Teori Kuman menjelaskan bahwasanya penyakit penyebabnya yaitu oleh agen infeksi menjdai kausa tunggal. Upaya pencegahan penyakit infeksi di lakukan yang dengannya cara memutus transmisi, meliputi pemberian vaksin, isolasi yang dengannya karantina, isolasi di rumahsakit, serta pemberian antibiotika (Susser serta Susser, 1996a).
Mula-mula epidemiologi cuma mengkaji epidemi penyakit infeksi. Kini epidemiologi tak cuma mendeskripsikan serta meneliti kausa penyakit epidemik (penyakit yng “berkunjung” secara tiba-tiba dalam jumlah tidak sedikit melebihi perkiraan normal) namun pun penyakit endemik (penyakit yng “tinggal” di dalam populasi secara konstan dalam jumlah tidak banyak ataupun sedang). Epidemiologi tak cuma mengkaji penyakit infeksi namun pun penyakit non-infeksi. Menjelang pertengahan abad keduapuluh, yang dengannya meningkatnya kemakmuran serta perubahan gaya hidup, terlaksana peningkatan insidensi penyakit kronis di negara-negara Barat. Sejumlah riset epidemiologi lalu di lakukan bagi atau bisa juga dikatakan untuk menemukan kausa epidemi penyakit kronis. Epidemiologi penyakit kronis mempergunakan paradigma “Black box”, yaitu meneliti hubungan antara paparan di tingkat individu (kebiasaan merokok, diet) serta risiko terjadinya penyakit kronis, tanpa butuh mengetahui variabel antara ataupun patogenesis dalam mekanisme kausal antara paparan serta terjadinya penyakit. Upaya pencegahan penyakit meramalkan terjadinya penyakit, serta menemukan seni manajemen yng tepat bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengontrol terjadinya penyakit pada populasi menjadikan tak menjadi masalah kebugaran atau kesehatan masyarakat yng penting (Slattery, 2002). Metode ilmiah meliputi perumusan masalah penelitian, pengujian hipotesis, pengumpulan data melalui pengamatan serta eksperimentasi, penafsiran data, serta penarikan kesimpulan yng masuk akal. Metode ilmiah bermanfaat bagi atau bisa juga dikatakan untuk menarik kesimpulan yng benar (valid) serta bisa diandalkan dalam jangka panjang (reliable, consistent, reproducible).

Source Article and Picture : http://definisimu.blogspot.com/2012/08/definisi-epidemiologi.html

Seputar Definisi Epidemiologi

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Definisi Epidemiologi